Blogger templates

Pages

Labels

Kamis, 27 November 2014

Merasionalkan Klenik




“Aku berpikir maka aku ada, jika aku tidak ada maka siapa yang menjadi saksi dari suatu keberadaan”. Kesempurnaan manusia telah menjadi suatu takdir yang tak terbantahkan ketika manusia pertama turun ke bumi. Dikaruniainya manusia dengan sebuah otak, akal, dan pikiran membuatnya berbeda dengan mahkluk mahkluk ciptaan Tuhan lainnya yang kebanyakan hanya memiliki naluri dan otak. Adanya kelebihan tersebut, pada akhirnya mendorong manusia untuk terus menerus berusaha beradaptasi dengan lingkungan sekitar mereka. Berbeda dengan hewan yang sejak lahir sudah dapat beradaptasi dengan lingkungan, manusia justru memiliki proses yang lama untuk melakukannya. Namun, dengan adanya akal budi yang dimilikinya, manusia pada akhirnya melampaui apa yang dimiliki para hewan dan mahkluk mahkluk ciptaan Tuhan lainnya. dengan dimilikinya akal budi, juga mendorong manusia dalam memahami segala misteri yang ada. Misteri misteri tersebut sebenarnya merupakan suatu hal yang dapat dirasionalkan, akan tetapi ketika perkembangan pemikiran manusia belum maksimal dengan terpaksa manusia harus mengesampingkan rasional mereka. Di sisi lain, kondisi lingkungan dan sosial yang terus menerus berubah berakibat pada semakin bertambahnya tuntutan manusia dalam beradaptasi. Dengan kata lain, manusia selain menggunakan naluri irasionalnya, mereka juga harus menjaga akan eksistensi pemikiran rasional mereka. Oleh karena itu lahirlah suatu hal yang kita sebut sebagai ilmu pengetahuan.                                                                                                                                                                                                                                                                                Ilmu pengetahuan dapat diibaratkan seperti lilin yang menerangi kita di kegelapan. Oleh sebab itu, ilmu pengetahuan kemudian sangat berperan aktif dalam merasionalkan apa yang selama ini kita anggap sebagai hal yang diluar rasional. Ilmu pengetahuan yang berkembang pesat telah menjadi ujung tombak dalam meruntuhkan hal hal kita sebut sebagai mistis, klenik, sihir dsb. di sisi lain sejarah telah mencatat bahwa ilmu pengetahuan merupakan locomotive dari sebuah peradaban. Kita dapat melihat bahwa masa masa kejayaan islam spanyol merupakan pembuka dari perkembangan jaman renaissance yang menjauhkan eropa dari kegelapan serupa. di samping itu, kita juga melihat restorasi meiji di jepang menjadi lampu hijau bagi negeri sakura untuk berubah menjadi raksasa ekonomi dunia. Oleh karena itu peradaban suatu bangsa sangat ditentukan oleh bagaimana ilmu pengetahuan berkembang. Lantas, bagaimana dengan keadaan negara kita tercinta, Indonesia. hmmmm, tidak bermaksud untuk membandingkan, akan tetapi penulis akan mencoba membuka wawasan dan merubah cara bepikir kita agar lebih bijak.                                                                                                                                                               Indonesia, siapa yang tak kenal dengan negara kita ini. seperti perawan sunthing, negara ini banyak menjadi incaran negara negara konila di masanya. Sebut saja, inggris, portugis, belanda, spanyol, jepang. Jauh sebelum kita mengenal kata Indonesia, bangsa lain sudah berebut untuk mendapatkan cinta dari negeri kita ini. apa alasannya , karena negara kita banyak menyimpan harta karun yang melimpah ruah. Di sisi lain, bangsa ini juga tidak terlalu minat untuk memanfaatkan harta karun tersebut. Indonesia bukanlah seperti negara negara eropa, timur tengah, atau amerika yang sangat maju pengetahuannya, bangsa ini masih memiliki ‘selaput tebal’ yang belum juga disingkirkan. Ketika bangsa bangsa lain sudah melakukan perjalanan keliling dunia dan melakukan berbagai penemuan penemuan besar, Indonesia masih sibuk dengan urusan mistis, klenik, santet, teluh, keramat dan hal hal yang bersifat irasional. Bahkan saat inipun, hal hal itu masih saja dipikirkan bahkan menjadi perbincangan banyak kalangan, mulai dari anak anak, remaja, kaum akademis, bahkan pejabat pejabat kita. tidak dapat dipungkiri, bahwa negara ini seperti komunitas alam gaib yangmasih bertahan di tengah gerusan ilmu pengetahuan dan teknologi. Sejarah masa lampau telah membuktikan bahwa masyarakat negeri ini belum bisa membuka pikiran mereka terhadap hal hal positif. Sebagai contoh, agama islam yang masuk dan disebarkan oleh walisongo tidak dapat berkembang luas dan mendominasi seperti sekarang ini kalau para wali tersebut tidak melegalkan tahlilan, sesajen, dan ritual ritual jawa lainnya. kebiasaan kebiasaan tersebut pada akhirnya telah menjadi ‘kewajiban’ bagi umat islam khususnya di jawa ketika mereka beribadah. Masyarakat kita masih terlalu takut untuk mengembangkan pola pikir mereka kea rah rasional daripada memberanikan diri mereka untuk mendukung kepercayaan konyol mereka.                                                                                                                                                                                                                                                          Sebagai orang jawa, pemulis sangat paham bagaimana tradisi tradisi yang ada terus menerus dijaga dan dilestarikan dengan sebuah kesadaran palsu. Mengapa demikian, karena di samping memeluk agama islam yang jelas jelas sudah mengharamkan ritual ritual tersebut, masyarakat juga menambahkannya dengan ritual ritual jawa tersebut. suatu hari pernah bertanya pada orang tua mengapa masih mempertahankan ritual ritual seperti member sesajen kepada leluhur ketika hari hari tertentu, dan merayakan kematian dengan melakukan slametan di 7 hari, 40, 100, 1000, hari dan jawabannya adalah karena mengikuti ajaran ajaran orang oaring terdahulu. Lalu saya bertanya kembali jika hal itu tidak dilakukan maka apa dampaknya bagi kita, ya kita menjadi tidak enak dengan tetangga. Pertanyaan sepele tersebut telah menunjukkan bahwa mereka yang masih mempertahankan ritual tersebut tidak sepenuhnya sadar mengapa mereka melakukannya. Ada lagi di desa tempat kelahiran ibu, suasana mistis masih terjaga dengan rapi. Ada beberapa tempat yang dianggap angker atau keramat seperti pohon, batu dsb. kecenderungan masyarakat masih mempertahankan hal tersebut karena mereka hanya yakin pada asumsi asumsi dan opini yang dibentuk oleh generasi sebelum mereka.                                                                                                                                                                                                   Disamping itu, masyarakat juga tidak pernah mempertanyakan kebenaran dari hal tersebut, alias mencernanya secara mentah mentah. Oleh Karen itu, di masyarakat kita muncul ungkapan ungkapan islam ktp, abangan dsb karena mereka tidak sepenuhnya beragama secara benar. Di acara acara hajatan seperti pernikahan, khitanan masih sering di jumpai beberapa orang yang datang ke paranormal untuk meminta petunjuk tentang hari baik penyelenggaraan acara tersebut. ada satu pengalaman, ketika itu saudara saya sedang melangsungkan pernikahan dan ada seorang dukun yang berjaga jaga terus selama beberapa hari agar acaranya lancar. Namun hal yang saya temui justru sebaliknya, acara tersebut terkesan sedkit kacau bahkan ada tamu yang kesurupan waktu itu. dalam hati saya bertanya tanya, lalu apa peran dari dukun tersebut. apakah dukun tersebut sudah kehilangan gelar intelektualnya sebagai ‘orang pintar’ atau lebih tepatnya orang yang dianggap pintar, hehehe. Pengalaman tersebut semakin memperjelas pemahaman saya, bagaimana mistis itu hanyalah kebodohan kita dalam berdogma tanpa logika. Masyarakat juga masih menganggap bahwa hantu, demit, dan teman temannya memiliki pengaruh yang besar dalam kehdupan mereka. Kita dapat melihat bahwa peristiwa kesurupan yang terjadi di pernikahan saudara saya adalah akibat dari sesajen yang kurang. Padahal jika dilihat sesajen yang di berikan pada saat pernikahan tersebut sangat banyak dan beraeka ragam jenisnya.                                                                                                                                                                                                                                                                                                             Mistis, sebagai identitas tak resmi masyarakat Indonesia sebenarnya merupakan intrik dan strategi politik untuk melindungi beberapa kepentingan. Kita dapat melihat bahwa di Bali beberapa tempat seperti hutan, pohon, sangat dikeramatkan oleh masyarakat setempat. Padahal itu ada sebuah cara ampuh masyarakat untuk tetap melestarikan eksosistem di tempat tersebut. sebagai masyarakat yang tinggal di jawa tentu kita tidak lupa akan ketenaran Nyi Roro Kidul sebagai ikon klenik yang melegenda. Sosok gaib yang konon menjaga laut selatan pulau jawa tersebut sampa saat ini tidak jelas wujud dan asal muasalnya.  Yang ada hanyalah desas desus seputar relasi antara raja raja di Jogyakarta dan Surakarta dengan Ratu Kidul tersebut. di smaping itu ada hotel di pelabuhan ratu yang mengkhusunya sebuah kamar sebagai tempat bernaung Ratu Kidul tersebut. yang menjadi kejanggalan adalah ketika tidak ada satupun orang sampai saat ini yang dapat membuktikan eksistensi dari Nyi Roro Kidul tersebut secara rasional maupun empiris. Laut selatan sebagai habitat Nyi Roro Kidul dan pasukannya di nilai sebagai lautan angker, mistis, dan banyak menelan korban jiwa.                                                                                                                                                                                                                                        Memang benar, faktanya laut selatan memiliki ombak  ganas yang langsung menuju ke samudra. Akan tetapi jika hal tersebut menjadi alasan mengapa laut selatan sangat angker sungguh tidak relevan. Banyaknya korban jiwa lebih disebabkan oleh adanya kondisi pantai yang berpalung dan memiliki ombak. Oleh karena itu, ketika orang yang berjalan di tepi pantai dan mengarah ke laut lepas, maka bisa bisa langsung masuk ke palung ada tersebut. ada lagi mitos yangmengatakan bahwa ketika berada di pantai dilarang untuk memakai atribut berwarna hijau, karena diyakini akan menyaingi eksistensi dari Ratu Kidul itu sendiri. haha lucu memang, lucunya lagi ketika teman saya yang pernah ke pantai parangtritis mengkalim bahwa uangnya yang hilang karena ulah dari Raru Kidul itu sendiri. jika di nalar dengan akal sehat sebenarnya dapat kita buktikan. Orang orang yang hilang di laut dengan mengenakan warna hijau tentu ketika mereka terseret arus warna tubuh mereka akan erbaur dnegan warna laut dan alga yang dominan hijau gelap, otomatis hal tersebut menimbulkan asumsi bahwa mereka telah menjadi korban persembahan Ratu Kidul.                                                                                                                                                                                                                                                                 Pembodohan pembodohan yangmengatas namakan mitos memang sulit berangus, bahkan sangat di perhatikan kelestariannya. Ini terbutki dari adanya acara acara larung sesaji, yang sesungguhnya sangat tidak bermanfaat bahkan menghambur hamburkan makanan. Ada lagi yang janggal ketika melihat sesajen yang dihindangkan selalu menggunakan minuman yang tanpa ada tambahan gula ataupun pemanis. Mengapa demikian, karena minuman seperti kopi tanpa gula akan lebih cepat menguap dibandingkan dengan kopi yang sudah di beri gula. Lantas, jika tradisi tradisi tersebut tetap di biarkan apa dampaknya bagi masyarakat kita. banyak, apakah negara seperti amerika, jerman, perancis, belanda bahkan rusia masih mempertahankan hal hal klenik seperti yang ada di Indonesia, tidak. Malah sebaliknya, mereka berusaha merasionalkan apa yang menurutnya sebagai mistis, gaib dsb. pernnyataan saya tersebut secara tidak langsung memberikan penjelasan bahwa klenik, mistis sangat menghambat bagi kemajuan bangsa ini. pola pikir bangsa ini tidak dituntun ek arah yang maju dan beradab tapi malah semakin mundur dan hancur.                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Masyarakat tidak terbiasa berpikir jernih dan sehat, namun sebaliknya segala sesuatunya selalu dan selalu dihubungkan dengan hal hal berbau klenik. Di negar negara maju seperti amerika dan negara negara eropa menjadikan mistis sebagai lahan bisnis, sebagai contoh kita dapat melihat keberhasilan film Harry Potter dan Narnia yang menyebar dan digemari seluruh kalangan. Yang menjadi permasalahan di negeri ini adalah masyarakat yang tetap mempertahankan tradisi tersebut mengklaim bahwa mereka takut kehilangan eksistensi mereka. Padahal, jika kita melihat perilaku dan kebiasaan tersebut tidak lagi relevan jika diterapkan pada fase modern seperti ini. di samping itu agama Islam telah memberikan kita banyak sekali manfaat dan tentunya menegaskan kepada kita bahwa kekuatan terbesar hanya ada pada Tuhan yaitu Allah SWT, bukan demit, siluman, Nyi R oro Kidul dsb. agama islam telah memberikan kita pencerahan dalam merasionalkan apa yang kita anggap sebagai mistis. Buktinya banyak sekali ilmuwan ilmuwan muslim yang penemuannya masih di pakai saat ini seperti aljabar. Di samping itu, pada saat ini banyak sekali penemuan penemuan yang mencoba memahami agama secara rasional, dan terbukti apa yang di sampaikan oleh Islam dapat dibuktikan secara akal sehat.                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                   Apa yang menimpa negeri ini sesungguhnya bukan persoalan bagaimana membuat kita menjadi modern dan beradab, tetapi bagaimana kita memiliki niat untuk memulainya dari hal hal kecil yang ada di sekitar kita. budaya memang menjadi identitas tetap bagi Indonesia khusunya masyarakat jawa, akan tetapi akan lebih bijak jika kita melihat secara mendalam masih perlukan kita mempertahankannya dan meyakininya. Masihkah kita mencampur adukkan agama islam dengan tradisi leluhur kita. itu kembali kepada pemahaman kita lagi, yang jelas tulisan ini mencoba memberikan gambaran dan pencerahan kepada anda yang saat ini masih bertanya tanya pada hal hal seputar klenik tersebut.

0 komentar:

Posting Komentar