Blogger templates

Pages

Labels

Sabtu, 14 Juni 2014

Pemimpin yang ideal



Pemimpin yang ideal
Pagi itu. scukup cerah dalam menjalankan aktivitasku tiap harinya, yaa..tak lain adalah kuliah. Setiap hari, di kampus orange tersebutlah aku mengisi hari hariku dengan aktivitas akademik yang bia di bilang membosankan. Memang, kuliah saat ini tidak ada bedanya dengan ketika kita sekolah di SMA. Rabu itu adalah giliranku untuk presentasi materi tentang perencanaan sosia, yaitu mengenai perubahan sosial dan perencanaan sosial. Hahaha, mungkin ini adalah salah satu mata kuliah vavoritku di samping mata kuliah lain yang menurutku cukup membosankan. Bagiku, presentasi adalah hal yang cukup membuatku minder sampai detik ini. entah mengapa presentasi membuatku menjadi minder atau demam panggung. Ahhh, namun itu bukan masalah.


Di lain sisi akupun menyadari bahwa keahlianku bukan dalam hal mengolah bahasa atau bahkan berkomunikasi. Oleh sebab itu, aku lebih senang jika ada beberapa dosen yang memberi tugas dalam bentuk paper atau karya tulis lainya. Kembali lagi ke topic, ketika presentasi selesai dan berlanut ke sesi selanjutnya ada seorang temanku yang kemudian bertanya kepada kami berdua, mengenai bagaimana pemimpin yang ideal tersebut. sangat cocok sekali jika di sansingkan denga materi yang sudah aku jelaskan tadi. Namanya juga mahasiswa, sangat kritis dan juga tajam. Tanpa pikir panjang aku lantas menjawabnya dengan jawaban yang mungkin sangat mengkritisi sekali. Hahahaha, biarlah aku tak peduli dengan semu itu, ini bukan lagi jaman orde baru ketika mulut terasa di jahit.

Pemimpin yang ideal, mungkin jika kita berbicara tentang pemimpin, akupun tidak tahu apa yang diharapkan oleh masyarkat. Yang jelas menurut pengamatanku saat ini banyak sekali pemimpin yang secara sembunyi atau terang terangan merugikan atau bahkan menghancurkan impian dari masyarakat itu sendiri. Dan tentunya mata kita tidak buta akan hal hal yang sedang terjadi saat ini. kita tentu masih ingat akan kasus korupsi yang terjadi pada negeri ini, ya tak usah jauh jauh mulai dari impor daging, hambalang, simulator SIM sampai dengan al quran yang notabene adalah kitab suci umat islam. Hahahaha, heran…sama sekali tidak. Mengapa, ya korupsi bukan hal baru di negara ini, ketika sebagian orang lebih suka mendapatkan sesuatu yang pasti, dan tentunya instan. Dan akupun menjawabnya dengan jika kita menginginkan seorang pemimpin yang ideal, maka kita harus lihat dulu bagaimana kondisi rakyatnya. Karena seorag pemimpin lahir dari msyarakat itu sendiri. Dan pemimpin bukanlah Tuhan atau Dewa. Hehehehe, hmmmm, masyarakat sebagai komunitas terbesar dalam lingkungan sosial merupakan elemen mendasar dari sebuah negara, atau lebih tepatnya rakyat.

Ketika rakyat memiliki latar belakang budaya yang baik dan juga berkualitas tentunya akan menghasilkan pemimpin yang berkualitas. Tapi entah mengapa hal itu tidak terjadi di negara kita. apakah memang pemimpin kita dari lahir sudah sedemikian berdosanya. Apakah pemimpin kita telah ditakdirkan untuk menghancurkan rakyatnya sendiri. Oke, tanpa pikir panjang kita tengok ke belakang bagaimana sesungguhnya kondisi mssyarakat kita yang katanya menginginkan seorang pemimpin yang ideal. Ideal, masih terlalu abstrak untuk dimengerti. Oke, indonesia, sebuah negara di mana memiliki cirri khas yang tidak akan kita temui di negara manapun di dunia ini. punya warisan budaya leluhur yang tinggi, warisan sejarah yang kental, sumber daya alam melimpah, dan juga keramahan yang tak ternilai. Itu mungkin bayanganku jika menyebut Indonesia. Lantas , apakah hanya itu Indonesia?, apakah tidak ada hal lain yang dapat menggambarkan lebih detail tentang negara kepulauan ini. oww…… tentu ada guys, tenang saja.

Mungkin turis turis asing lebih mengenal Bali daripada Indonesia, atau mungkin mereka lebih mengenal komodo daripada Indonesia. Mungkin itu adalah sebagian hal kecil yang di kenal oleh dunia internasional. Lalu di manakan sisi lain Indonesia. Sebagai negara tropis, eksotik, dan penuh dengan sumber daya alam, siapapun tentu akan tergiur jika mendengarnya. Yaa……akupun begitu, lohhhh. Mungkin, jika bangsa indonesia tidak “berteman” dengan negara negara asing Indonesia tidak akan maju dan berkembang seperti sekarang ini. Indonesia mungkin akan menjadi negara yang sangat primitive, dan jauh dari modernitas. Tapi takdir berkata lain, Indonesia di kenalkan oleh Amerika, Australia, Jepang, Belanda, Portugal, Inggris, dan teman teman lainnya yang sampai saat ini ngotot ‘berkenalan’ dengan si cantik Indonesia.

Sangat menyenangkan memang berkenalan dengan negara negara lain, namun jika terlalu lama tentunya tidak baik, apalagi bagi kesehatan tubuh. Wkwkwkwkwkwkw……mungkin jika di kalkulasi dengan perhitungan yang valid, Indonesia sudah cukup puas ‘berkenalan’ dnegan negara lain. Yahhh, alhasil indonesia tidak lagi seperti perawan desa yang cantik dan lugu. Indonesia berubah 180 derajat menjadi si cantik nan sexy seperti halnya abg abg sekarang. Waowwww……..namun, walau pandai bersolek dan memakai make up, Indonesia ternyata masih cukup bodoh untuk mengerti bagaimana make up itu di buat. Alhasil Si cantik Indonesia tetap membuka pertemanan bagi siapapun yang ingin’mengajarinya’ bagaimana membuat make up tersebut. tentunya, teman teman Indonesia tidak lantas mau dan setuju untuk mengajarinya membuat make up yang baik dan berkualitas. Sebaliknya Indonesia harus mau berbagi dengan teman temannya namun dengan aturan main yang di buat oleh temannya. Hmmmmmm, Indonesia bingung, lalu iapun menyetujuinya. Tetapi, ketika ‘pertemanan’ tersebut berlanjut, si cantik Indonesia tidak mendapatkan apa yang ia inginkan. Sedangkan teman temannya masih sibuk memperdaya Indonesia dengan berbagai cara. Namun di sisi lain, mengapa Indonesia tidak percaya pada dirinya sendiri bahwa ia dapat membuat make up yang jauh lebih baik dari teman temannya. Hahahaha, ya itulah Indonesia karena terlalu sibuk berteman, ia lupa bahwa yang dapat memimpin dan menntukan tujuan dirinya adalah dirinya sendiri, bukan ‘teman temannya’.

Dan tak dapat di pungkiri, Si canik Indonesia akhirnya terus menerus terpedaya, dan diperdaya oleh teman temannya. Mungkin itu adalah cerita singat yang dapat menggambarkan Indonesia saat ini. Masyarakat Indonesia, seperti yang saya gambarkan pada cerita tadi adalah masyarakat yang ternina bobokan oleh kondisi nyaman yang di berikan oleh mengara negara neo lieralisme. Dan pada ahirnya Indonesiapun jatuh kepada mereka mereka yang menginginkan sumber daya milik kita. masyarakat Indonesia sebenarnya adalah masyarakat yang dulunya merupakan Imperialisme besar, kita tentu paham akan kebedaran Sriwijaya, Majapahit, dan entah mengapa saat ini Indonesia tak lebih dari gudang makanan yang kapan saja dapat mengambilnnya dengan ‘syarat’ yang bisa di bilang sederhana. Menjadi bergantung kepada bangsa lain mungkin bukan impian kita, tapientah mengapa kita begitu menikmatinya. Kita tidak sadar, bahwa rakyat Indonesia adalah tamu di negaranya sendiri, bahkan lebih buruknya lagi ketika segalam aspek baik itu politik, sosial, budaya sampai hal lain mulai di campuri oleh negara lainnya. dan untuk membuktikannya juag tak perlu jauh jauh beberapa waktu yang lalu pembicaraan Presiden SBY sempat di sadap oleh pemerintah Australia, hahaha padahal hal itu sudah berlangsung sejak tahun 2009.

Ketika masyarakat ini, menjadi masyarakat yang begantung dan terus menerus konsumtif maka hal yang dipikirkan hanya persoalan perut kenyang, atau persoalan untung rugi. Ketika hal tersebut menjadi kebiasaan, cepat laambat tentu akan menjadi sebuah persoalan serius dan tidak dapat dipungkiri akan menjadi sebuah budaya dan pola pikir baru di masyarakat. terbukti, saat ini kita bisa melihat segala lapisan masyarakat kita memiliki tingkat ketergantungan yang tinggi khusunya dalam hal teknologi, dan pemenuhan kebutuhan pokok. Jika kondisi masyarakat tersebut sudah sedemikian buruknya, maka tentu akan menghasilkan generasi generasi yang tidak ada bedanya dengan pendahulu mereka. Oleh karena itu, sebagai masyarakat kita tentunya sangat tidak pantas menunut bamyak kepada pemimpin pemimpin kita, karena bagaimanapun pemimpin tidak dapat berjuang sendiri dan harus di bantu oleh yang dipimpinnya tersebut yang tak lain adalah masyarakat. jika kita menginginkan seorang pemimpin yang baik, maka kita juga harus merubah pola pikir kita menjadi probadi yang baik, yang percaya pada kemampuan diri kita sendiri. Menjadi pribadi yang optimis, berpandangan luas. Visioner, tak kenal menyerah, dan tentunya menjadi pribadi yang memiliki eots kerja dan semangat kemandirian yang tinggi. Karena, bagaimana kita dapat memperoleh pemimpin yang baik bagi rakyatnya jika rakyatnya tidak bisa bersikap sebagaimana yang mereka idam idamkan. Memang pemerintah saat ini banyk melakukan kesalahan kesalahan yang seakan akan memang bersumber dari mereka sendiri, namun jika kita sadar sebenarnya mereka tidak ada bedanya dengan kita, Percayalah!!!!!

0 komentar:

Posting Komentar