Blogger templates

Pages

Labels

Jumat, 18 Oktober 2013

Apakah Arti Sebenarnya Dari Ideologi Pancasila Bagi Kaum Revolusioner Saat Ini


Apakah Arti Sebenarnya Dari Ideologi Pancasila Bagi Kaum Revolusioner Saat Ini

Sebagai warga negara Indonesia yang baik tentunya kita pasti tahu kapan hari kemerdekaan republik tercinta kita, ya tanggal 17 agustus 1945, pada tanggal tersebut bangsa kita yang dikenal sebagai bangsa maritim dan agraris telah memproklamirkan kemerdekaan yang tentunya merupakan pemberian bangsa penjajah negeri kita yaitu jepang. Memang, banyak anggapan mengatakan bahwa kemerdekaan yang kita raih selama ini bukan merupakan jerih payah bangsa Indonesia sendiri melainkan pemberian dari bangsa lain. pada hari tersebut juga bangsa baru telah lahir, yaitu bangsa Indonesia. Lewat secarik teks proklamasi itulah soekarno hatta memproklmirkan kemerdekaan Indonesia di depan rakyat Indonesia. Pada saat yang bersamaan di segala penjuru wiayah Indonesia tersiar kabar yang sama yaitu kemerdekaan. Sekilas kemerdekaan tersebut merupakan gerbang pintu bagi rakyat Indonesia untuk menuai harapan hidup yang lebih baik, akan tetapi di sisi lain kemerdekkan tersebut juga merupakan pembuka dari munculnya berbagai masalah masalah yang akan dihadapi oleh bangsa Indonesia.                 

Berdirinya suatu negara pasti juga akan ditopang pula dengan adanya suatu ideologi  yang kelak menjadi acuan bagi bangsa tersebut untuk menjalankan kehidupan berbangsa dan bernegara, begitupun Indonesia, sebagai sebuah negara yang baru, Indonesia dihadapkan oleh permasalahan yang cukup rumit, yaitu masalah ideologi. Di sini, ideologi bagi bangsa Indonesia tidak hanya berfungsi sebagai acuan dalam menjalankan kehidupan dalam masyarakat maupun dalam pemerintahan, akan tetapi juga berfungsi sebagai pemersatu bangsa Indonesia agar menjadi bangsa yang satu dan utuh, mengingat wilayah Indonesia yang terdiri dari kepulauan yang jumlahnya ribuan. 

Selain itu, ideologi terdebut juga harus mampu menyatukan prinsip dan pandangan bangsa Indonesia mengingat bangsa Indonesia merupakan bangsa yang multikultural meliputi suku, etnis, agama, keprcayaan, bahasa, kesenian dan kondisi sosial yang lain. sebelum kemerdekaan, sebenarnya, rakyat Indonesia telah disatukan oleh adanya sumpah pemuda yang terjadi pada tanggal 28 oktober 1928, berkat para pemuda juga, bangsa Indonesia kini dapat menikmati kemerdekaan. Rumusan demi rumusanpun di susun, akhirnya pada tanggal 18 agustus 1945 ditetapkan pembukaan UUD1945 yang didalamnya termuat dasar dasar ideologi bangsa Indonesia yaitu pancasila. Pada dasarnya, ideologi pancasila tersebut dibuat dengan penuh pertimbangan pertimbangan yang sangat rumit. Oleh karena itu ideologi pancasila harus mampu mewakili ide ide atau nilai nilai luhur budaya bangsa Indonesia. 

Pancasila, sesuai dengan istilahnya pancasila tersebut terdiri dari lima isi yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan yang adil dan beradab, Persatuan Indonesia, Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan permusyawaratan perwakilan dan terakhir keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia. 67 tahun kita telah merasakan kemerdekaan indonesia, begitu pula selama 67 tahun itulah kita juga telah menjadikan pncasila tersebut sebagai ideologi kita, akan tetapi, seberapa besarkah dan seberapa seringkah kita memahami dan mengamalkan ideology pancasila tersebut?. Pada saat kita semua masih duduka di bangku SD, SMP, atau SMA kita pasti sering menghafal dan menyebutkan apa isi dari Pancasila tersebut, di samping itu pada beberapa pelajaran juga dijelaskan mengenai apa itu Pancasila. 67 tahun memang bukan waktu yang sebentar bagi bangsa indonesia untuk menikmati kemerdekaan ini, akan tetapi di sisi lain apakah selama itu jugalah kita sudah memahami pancasila.                                                                                     

 Tentunya secara normatif kita semua juga tahu apa itu pancasila, akan tetapi hanya sedikit orang Indonesia yang memahami apa sebenarnya yang terkandung dalam pancasila tersebut. Sebagai bangsa yang besar, kita tentunya harus taat pada ideology kita yaitu pancasila. Menurut pandangan beberapa ahli, ideologi pancasila merupakan ideologi yang sempurna di banding dengan ideologi lainnya. karena itulah, seharusnya dengan ideology yang sempurna tersebut bangsa indonesia juga dapat mampu membangun bangsa Indonesia menjadi lebih baik. Akan tetapi pada kenyataannya pancasila tidak lebih hanya menjadi sebuah simbol bagi bangsa Indonesia sendiri. Tragis memang mendengar hal tersebut, tetapi ya itulah yang memang terjadi. Bangsa Indonesia yang seharusnya mampu bersatu di bawah ideologi tersebut, kini hanya menjadi bansa yang hanya mampu untuk saling menjatuhkan sesamanya demi kepentingan kepentingan beberapa pihak. Kita me lihat dari segi sila pertama yang berbunyi Ketuhanan Yang Maha Esa. 

Kalimat tersebut tentunya menjadi ciri bahwa setiap warga negara Indonesia adalah warga yang beragama, di samping itu klimat tersebut juga menandakan bahwa setipa warga Indonesia juga harus mau dan mampu untuk menghargai da menghormati agama dan pemeluk agama yang lain sebagaimana mereka menghargai diri dan kebudayaan mereka sendiri dan kebudayaan orang lain. namun, pada kenyataannya, tidak sedikit kelompok kelompok yang berlatarbelkang agama sering melakukan intimidasi terhadap pemeluk agamalain yang mereka anggap sesat, tak jarang mereka juga melakukan aksi aksi pengrusakan dan aniaya terhadap pemeluk agama dan keprcayaan lain. seharusnya jika mereka mengerti, mereka tidak akan bertindak anarkhis seperti itu, karena walau bagaimanapun hak mereka untuk memeluk agama atau kepercayaan telah di lindungi oleh hukum dan negara. 

Kasus kasus seperti ini masih saja terjadi sampai saat ini, entah apa yang mnjadi pemicunya, akan tetapi pada intinya tindakan tindakan kelompok tersebut telah menyimpang dari ideology negara yaitu pancasila. Penimpangan selanjutnya yaitu dari sila kemanusiaan yang adil dan beradab. Telah kita katahui jika bangsa indonesia merupakan bangsa memiliki kepribadian tinggi yang berbeda dari bangsa barat. Hal ini tercermin dari pakaian bangsa indonesia yang mayoritas sangat sopan dan tertutup. Akan tetapi pada saat sekarang tidak sedikit para remaja maupun pemuda kita “rajin” memakai pakaian yang minim.            Ternyata, memang tidak ita sadari jika Ideologi panacsila kita telah ternodai oleh globalisasi dan kapitalisme. 

Pada era runtuhnya soeharto, kalangan pemuda atau mahasisiwa dikenal sebagai sosok yang revolusioner yang meneriakkan semangat revolusi bagi bangsa Indoensia di tengah cengkaraman rezim orde baru pada saat itu, akan tetapi malah sebaliknya, pada saat sekarang para pemuda pemuda saat ini tak lebih hanya menjadi penambah penyakit masyarakat yang justru merugikan mereka sendiri dan orang disekitarnya. Mereka yang sebenarnya diharapkan data menyelesaikan masalah masalah di negeri ini, justru menjadi maslah baru bangi bangsa ini. 

Memang, masyarakat Indonesia telah merangkak menuju masyarakat yang lebih modern, akan tetapi, pada kenyataanya masyarakat Indoensia pada masa sekarang justru mengalami degaradai nilai dan moral pada diri mereka sendiri. Mereka(para pemuda) tidak lagi berpegang teguh pada jiwa jiwa dan nilai nilai yang ada dalam pancasia. Tragisnya lagi, mayoritas dari mereka menganggap bahwa ideology pancasila kini hanyalah menjadi sebuah symbol dari negara yang semakin lama terbawa pada kehancuran ini. Selain itu, para pemuda pemuda bangsa saat ini sebenarnya di desain oleh oran tua mereka untuk menjadi claon calon koruptor bangsa mereka senajutnya, bagaimana tidak, sederhana saja, saat mereka ingin masuk pada sebuah sekolah atau lembaga pendididkan yang mereka inginkan, mereka di paksa untuk “menyogok” agar dapat diterima di sekolah tersebut, hal tersebut tentunya mengajarkan kepada anak itu dalam meperoleh sesuatu hal tetapi dengan cara yang instan. 

Tak heran jika pada masa sekarang banyak pemuda pemuda yang gemar berfoya foya, hedonis. Karena dalam kamus hidup mereka yang terbayang adalah lahir, hidup senang, mati dan masuk surga. Mereka tidak lagi peduli terhadap hal hal yang terjadi di sekeliling mereka. Mereka hanya sibuk dengan urusan pribadi mereka, yang menurut mereka lebih penting daripada mengurusi maslah lainnya. oleh karena itu juga, jiwa jiwa nasionalisme pada diri mereka sebenarnya juag sudah luntur, bahkan hilang. Melihat fakta seperti itu, seharusnya kita sadar, bahwa tindakan yang kita lakukan selama ini sudah menimpang dari nilai nilai ideology pancasila, kita lebih menghargai ideology bangsa lain daripada menguatkan ideology kita sendiri. 

Bangsa yang kuat tentunya adalah bangsa yang di mana para pemuda pemudanya sangat menjunjung tinggi ideology bangsanya, bukan melupakan atau menggantikannya dengan ideology lain. jika mereka sadar, mereka tentunya dapat memperbaiki masalah masalah negeri ini yang sebenarnya bersumber dari mereka sendiri. Selain itu, mereka juga harus mengerti bahwa, mereka hidup bukan berlandasakan nafsu saja akan tetapi mereka hidup harus berpedoman pada agama dan keyakinan mereka terhadap tuhan Yang Maha Esa. Karena agama apapun pasti akan menuntun umatnya untuk berbuat kebaikan bagi mereka, maupun orang lain. yang tidak kalah lebih penting lagi, para pemuda pemuda juga harus memiliki pndangan hidup, dalam hal ini ideaalisme, mengingat, mayoritas pemuda pad saat sekarang lebih suka “ikut ikutan” daripada mengikuti prinsip mereka sendiri. Selain itu, kurangnya kepedulian terhadap makna pancasila di kalangan pemuda kita juga diakibatkan oleh adanya perkembangan arus globalisasi yang sangatlah pesat. 

Dapat kita lihat, pada saat sekarang, banyak diantara kita yang suka memakai pakaian pakaian yang minim dan tentu saja tidak sesuai dengan kepribadian bangsa kita, mereka cenderung lebih suka memperlihatkan budaya dari negara lain daripada memperlihatkan budaya dari negara mereka sendiri yang cenderung mereka anggap sebagai budaya kolot, atau sudah ketinggalan zaman. Pada era globalisasi seperti sekarang ini, kaum muda juga telah kehilangan rasa sosialnya terhadap lingkungan di sekitarnya, mereka lebih asyik bermain dengan handphone mereka, yang lebih memprihatinkan lagi, moral dan etika mereka juga ikut rusak oleh adanya teknologi tersebut. Internet misalnya, jika kita dapat memanfaatkan internet tersebut secara benar, kita tentunya dapat memperoleh manfaat yang sangat banyak dari internet tersebut, akan tetapi bagaimana jika internet tersebut kita gunakan hanya untuk membuka dan mengakses situs situs yang berbau porno. 
Tentu dampaknya sudah dapat kita lihat di depan mata kita sendiri. Banyak para remaja kita yang sudah tidak perawan lagi, atau bahkan dari mereka tidak sedikit yang sudah memiliki bayi, sehingga mereka tidak dapat meneruskan pendidikan mereka. Selain itu juga, globalisasi yang syarat akan kapitalisme juga menyebabkan para pemuda pemuda kita banyak yang bersikap acuh atau cuek terhadap masyarakat, karena pada initinya, globalisasi tersebut mendrong mereka untuk berperilaku bebas tanpa di dasari adanya rasa tanggung jawab, oleh karena itu, mereka lebih suka bersikap semau mereka sendiri. 

Tentunya jika hal tersebut dibiarkan terus, maka tidak akan lama para penerus bangsa ini hanayalah menjadi kumpulan dari orang orang yang tidak memiliki kerpibadian dan jati diri. Untuk meyikapi hal hal tersebut, tentunya pemerintah harus selektif terhadap unsure unsure budaya asing yang masuk ke Indonesia, karena di khawatirkan, jika budaya budaya asing tersebut tidak mengalami filtrasi, maka dapat berakibat munculnya maslah masalah seperti yang idjelaskan di atas tadi, di samping itu, globalisasi juga dapat mengakibatkan berubahnya ideologi bangsa. Yang tak kalah penting, menanamkan jiwa nasionalisme kepada para pemuda sejak awal adalah salah satu jalan yang dapat mencegah munculnya dampak negative dari globalisasi tersebut.       

0 komentar:

Posting Komentar