Blogger templates

Pages

Labels

Jumat, 18 Oktober 2013

HEDONISME,SEBUAH TUJUAN, PELARIAN ATAU KEHANCURAN BAGI BANGSA INDONESIA


HEDONISME,SEBUAH TUJUAN, PELARIAN ATAU KEHANCURAN BAGI BANGSA INDONESIA
Bangsa Indonesia, di kenal sebagai salah satu bangsa yang memiliki tingkat keragaman budaya yang  sangat tinggi, bangsa yang juga banyak memiliki etnis, suku, dan unsur unsur budaya lain yang banyak sekali jumlahnya dan tersebar dari sabang hingga merauke. Indonesia sejak dulu juga di kenal sebagai bangsa yang memiliki tingkat masalah sosial yang tinggi sampai saat sekarang, seperti pelanggaran HAM, kekerasan antar etnis atau suku, bahkan perseteruan antara atasan dengan bawahan yang kerap kali berujung pada tindakan yang jauh dari kesan adil. Banyaknya kasus serta fenomena fenomena sosial yang terjadi di masyarakat kita tentunya dapat memunculkan masalah atau problema sosial yang lebih serius dampaknya terhadap masyarakat itu sendiri, masalah tersebut salah satunya yaitu HEDONISME, mayoritas orang ketika mendengar kata tersebut kemudian di benak mereka adalah suatu gaya hidup  yang bermewah mewahan atau hanya mengedepankan kehidupan duniawi tanpa memikirkan kehidupan setelahnya (akhirat). Namun, hedonisme memiliki arti lebih dari sekedar hidup bermewah mewahan. Hedonisme sendiri sebenarnya sudah di lakukan dari sejak dulu oleh pendahulu pendahulu bangsa kita, misalnya pada masa pemerintahan orde baru (Soeharto) yang identik dengan pemerintahan otoriternya. Pada masa tersebut, para pejabat pemerintahan dengan leluasa, menggunakan kewenangannya untuk melakukan hal hal yang mereka suka tanpa menghiraukan hak hak rakyat, tentunya hal ini menimbulkan kecaman keras dari rakyat. Dan akhirnya pada tahun 1998, terjadilah revolusi besar dalam sejarah pemerintahan indonesia, dimana para mahasiswa ramai ramai menduduki gedung DPR-MPR untuk menjatuhkan Soeharto, karena jumlah masa yang menuntut banyak, pemerintahpun lengser. Bagi kebanyakan orang, revolusi tersebut adalah batu loncatan bagi bangsa Idonesia untuk menjadi lebih sejahtera, namun kenyataannya hal tersebut adalah awal meningkatnya hedonisme pada masyarakat Indonesia. SDM (Sumber Daya Manusia) yang rendah menjadi salah satu faktor yang paling banyak berpengaruh pada meningkatnya hedonisme di lingkungan masyarakat indonesia. Masyarakat indonesia yang cenderung menginginkan sesuatu dengan cara yang instan membuat masyarakat menjadi tidak kreatif dan inovatif dalam menciptakan sesuatu yang lebih berguna, mereka lebih suka untuk menghambur hamburkan uang mereka untuk tujuan bersenang senang dan membeli barang barang mewah yang tentunya bukan buatan dari negeri sendiri, hedonisme sendiri muncul di kalangan masyarakat hanya dari hal sepele, yaitu mereka ingin hidup lebih modern. Hidup  lebih modern ini di salah artikan sebagai hidup yang dijalani oleh negara negara maju seperti amerika, inggris, dll. Oleh karena itu kemudian mereka dengan susah payahnya menggunakan segala cara untuk meniru kehidupan seperti di negara negara maju tersebut. keputusanpun diambil para pejabat pemerintahan dengan seenaknya menggunakan uang rakyat untuk membeli mobil mewah serta merenovasi ruang kerja mereka, dengan alasan ruang kerja serta sarananya sudah tidak layak lagi untuk dipergunakan. Pola hidup masyarakat yang konsumerisme juga menjadi faktor lain penyebab meningkatnya hedonisme, fenomena lain hedonisme dapat kita jumpai dalam lingkungan mahasiswa. Mahasiswa yang kerap kali dianggap sebagai para intelektual bangsa yang dapat memajukan bangsa, ternyata tak lebih dari sekedar calon calon pencari kerja atau malah menjadi calon calon koruptor di negeri ini. Memang kenyataanya, pada saat masih di kampus mereka ramai ramai menjadi aktivis mengecam kebijakan kebijakan pemerintah  yang banyak merugikan rakyat kecil dengan demo atau orasi orasi yang ujung ujungnya adalah tindakan anarkhisme yang malah mengganggu ketertiban umum. Namun lepas dari kegiatan kampus, kegiatan mereka tak lebih seperti artis artis yang suka menghambur hamburkan uang, dengan teman atau pacar mereka suka ria berbelanja di mall lalu makan di restaurant fast food, tak hanya itu mereka tak jarang pesta pora di club malam, minum minuman keras dan berujung pada penggunaan narkoba serta sex bebas. Di samping itu lingkungan kampus yang harusnya berfungsi sebagai tempat diskusi para intelektual kini berubah menjadi tempat show room bagi pemilik mobil mewah , tak hanya itu, sesampainya di kampus mereka tidak mendiskusikan tugas atau masalah masalah sosial yang sedang terjadi, sebaliknya mereka membicarakan tentang kehidupan borjuis seperti artis, apakah mereka bercerai atau menikah lagi, tentunya pemandangan seperti ini sungguh sangat memprihatinkan khususnya di kalangan mahasiswa sendiri.jika melihat seperti itu tindakan mereka sangatlah jauh dari kesan sebagi penyambung aspirasi masyarakat.yang lebih mengagetkan lagi, mereka yang dulunya menjadi aktivis kini banyak menjadi anggota partai politik dan bahkan menjadi anggota legislatif di lingkungan pemerintahan. Memang  mahasiswa adalah kumpulan orang orang idealis, sebenarnya posisi mereka berada pada posisi kritis, bagaimana tidak di satu sisi mereka memiliki cita cita dan mimpi besar yang kelak akan mereka wujudkan, namun di satu sisi mereka juga dihadapkan dengan keinginan sesaat. Tapi apa daya idealisme mereka tergadaikan dengan kenyaataan yang terus menekan mereka. Dulunya mereka berupaya keras agar masuk ke perguruan tinngi yang mereka cita citakan tapi setelah mereka masuk dan belajar mereka dihadapkan kembali terhadap keinginan orang tua mereka, yaitu cepat kerja. Hal itu kedengarannya memang sepele, namun di balik itu tersimpan makna yaitu bahwa ketika mendengar orang tua berkata seperti itu persepsi mereka, “aku harus cepat lulus dan bisa membanggakan orang tua” karena sudah terdoktrin seperti itu mereka menghalalkan segala cara untuk memperoleh predikat sarjana. Akibatnya mereka tak sungkan sungkan memberikan uang pelicin kepada dosen agar cepat di luluskan. Hal inilah yang sedang menjamur di lingkungan intelektual bangsa kita. Universitas yang semula menjadi wadah dalam menciptakan generasi yang kreatif dan inovatif kini berubah fungsi menjadi lembaga yang berfungsi sebagai pencipta generasi pencari kerja. Melihat fakta seperti ini tentunya tidak tepat lagi jika kita memberikan predikat kepada mereka sebagai agent of change. Hedonisme di negara ini memang sudah menjamur pada semua aspek, tak hanya pada aspek pemerintahan dan pendidikan namun juga pada aspek lain seperti kesehatan, tak cuma arti artis kita yang suka berobat di luar negeri, masyarakat menengah ke atas juga sering melakukan hal tersebut. selain itu banyak juga masyarakat indonesia yang suka menuntut ilmu di indonesia, memang keinginan mereka berlandaskan keinginan untuk meningkatkan pengetahuan tetapi tak jarang mereka sekolah / kuliah di luar negeri hanya sekedar untuk meningkatkan prestise mereka agar dipandang orang berkecukupan. Jika kita memandang dari segi ekonomi memang negara indonesia tergolong negara berkembang, tetapi jika  melihat perilaku masyarakat kita yang hedonis apakah kita masih menyandang sebagai negara yang berkembang. Meningkatnya kehidupan hedonis di indonesia di sebabkan pula oleh adanya konsumerisme dan individualisme pada masyarakat kita.masayarakat yang cenderung lebih suka memakai daripada membuat mengakibatkan para generasi generasi muda kita juga mengikuti gaya hidup masyarakat di sekitarnya dengan dalih agar tidak ketinggalan jaman, padahal tindakan mereka sangat salah dan mematikan industri serta pengrajin lokal di negara ini. Individualisme yang kian merebak juga menjadi faktor munculnya hedonisme di lingkungan masyarakat kita, misalnya saja kita dapat melihat pada tayangan tayangan di telivisi atau pada media massa lainnya yang memberitakan tentang anggota DPR yang sangat suka memfasilitasi diri mereka dengan kemewahan kemewahan memperdulikan nasi rakyat kecil yang seharusnya merka bela. Di satu sisi para mahasiswa juga kurang berminat kembali pada masalah masalah sosial di sekeliling mereka, bagi mereka yang terpenting adalah uang, pacar dan gelar. Melihat seperti ini seharusnya masyarakat sadar bahwa yang mereka lakukan selama ini adalah salah dan dapaat mengakibatkan kehancuran bagi mereka dan juga bangsa mereka sendiri. Selain itu mereka juga harus kembali berpegang teguh pada nilai nilai masyarakat timur yang menjunjung kesederhanaan dan tidak mengikuti naluri mereka yang bertujuan hanya untuk memuasakan keinginan mereka tanpa memperdulikan akibat yang mereka lakukan. Jika hal ini terus dibiarkan, maka tak lama lagi masyarakat indonesia akan berubah menjadi masyarakat yang tak berbudaya, dan tidak menjadi masyarakat yang maju dan malah menjadi masyarakat yang terjajah oleh tindakannya sendiri. Apakaah seperti ini masyarakat yang kita harapkan? Apakah hal ini yang menjadi cita cita bangsa indonesia sejak lama?.

0 komentar:

Posting Komentar