Blogger templates

Pages

Labels

Jumat, 18 Oktober 2013

Stigma yang terbengkalai

Stigma yang terbengkalai

Kerap kali ketika kita menjumpai anak anak punk yang kummel dan bau kita sering berprasangka buruk terhadap mereka, atau ketika kita menjumpai anak anak metal kita lebih sering mengaggap mereka sebagai bibit bibit satanis yang akan menghancurkan negara yang mayoritas beragama ini. Anggapan anggapn ini ternyata tidak hanya melekat di mata anak punk, metal maupun anak anak berjiwa underground lainnya. Ketika orang lain tahu ketika kita mendengarkan lagu lagu dengan nada nada serupa kita secara tidak langsung di cap layaknya mereka, padahal itu hanya sebatas mendengarkan karya karya mereka. Membaca tanpa mata, itulah yang sebenarya terjadi pada masyarakat kita. 


Masyarakat awam, masyarakat yang masih kental dengan tradisi lisan kolotnya, masyarakat yang tidak mengerti apa yang sebenarya terjadi. Mereka hanya lebih sering mencerca dan memaki tanpa dasar yang jelas daripada mencari tahu apa yang menjadi penyebab mereka berkata seperti itu. Anak punk, kerap kita temui di banyk tempat mulai dari kolong jembatan, stasiun, terminal sampai tempat tempat yang kurang bersahabat dengan kita. Mereka berpakaian kotor, lusuh dan sidikit berbau tidak enak ketika kita berada di dekatnya. Ya seperti itulah mereka, kebanyakan orang mengaggap mereka sebagai pengganggu, bahkan “sampah” yang harus di singkirkan. Namun di sisi lain tujuan mereka sebenarnya tidak seperti apa yang mereka tunjukkan di masyarakat. mereka mencoba mengekspresikan diri mereka yang tidak suka dengan adanya ketidak adilan. Mereka merasa bahwa hidup mereka semakin lama semakin tertekan dan menganggap bahwa kebebasab yang di gembar gemborkan oleh banyak orang hanyalah bualan belaka. Anak paunk memang jorok, namun bukan berarti mereka tidak berpendidikan. 


Jika kita paham, mereka sebenarnya merupakan orang orng yang kritis dan perlu kita dukung eksistensinya di masyarakat. keberadaan mereka di masyarakat sebenarnya sangat penting sebagai agen dalam melakukan pemberontakan dan penolakan terhadap pemerintah maupun penguasa yang menggunakan regulaai regulasi mreka hanya untuk meyenangkan perut mereka sendiri tanpa sadar bahwa masih banyak yang perlu di benahi di masyarakat. salahnya komunitas tersebut hanya dijadikan kambing hitam dari segala permasalahn yang ada di masyarakat, mulai dari kerusuhan, sex bebas, narkoba dll. Di samping itu pada akhirnya banyak LSM LSM yang sok suci merangkul mereka dengan modus membantu dan membina mereka agar menjadi lebih “bermanfaat” di masyarakat. LSM LSM tersebut tak ubanya seperti pemerintah yang tidak mengerti apa tuntutan sebenarnya dari mereka. Mereka memiliki dalih jika anak anak punk tersebut di bina mereka akan kembali ke jalan yang benar dan tidak menjadi sampah yang tidak eneka di pandang. Namun apa daya, anak punk tetaplah menjadi anak punk, walaupun mereka terus menerus di bina dan diberikan sosialisasi mereka sampai kapanpun akan menjadi anak punk dengan edealisme mereka sendiri sampi tuntutan tuntutan mereka terpenuhi. 

 Anak punk yang kerap kita temui tidak seharusnya berlaku seperti itu, mereka sebenarnya juga manusia normal, namun karena mereka merasa tertekan oleh banyak aturan dan kebijakan di masyarakat mereka menjadi sesuatu yang beda dari yang lainnya. Ketika melihat secara sepintas, mereka sebenarnya bukanlah seorang kriminal yang pekerjaannya menodong, mencuri dll. Anak anak punk di sekitar kita sebenarnya memiliki kreativitas yang mumpuni di bandingkan dengan anank anak rumahan lainnya yang pekerjaannya mengeluh dan mengeluh serta mencerca tanap ada dasar. Kita ambil contoh misalnya distro. Distro yang sedang marak saat ini sebenarnya juga merupakan buah kreativitas mereka. Mereka mencoba membuat brand sendiri, karena merasa bahwa semua hal yang ada di masyarakat sudah menjadi hal yang basi dan tidak memiliki nilai estetika. Dari distro tersebut mereka kemudian mulai menjual produk produk mereka seperti kaos, sandal, dan beragam aksessoris lainnya yang tentunya bukan barang pasaran seperti yang kita kenakan saat ini. Namun saat ini distro tidak lagi menjadi milik anak anak punk, melainkan kaum kaum borjuis yang dengan lihainya menghegemoni kreativitas mereka. 

Distro yang sangat marak saat ini menjadi lahan bisnis yang menjanjikan bagi beberapa kalangan elit, karena masyarakat terutama remaja juga mulai ikut ikutan menggunakan produk independen tersebut. keberadaan anan anak punk saat ini sebenarnya antara ada dan tiada. Kondisi birokrasi yang buruk serta adanya regulasi regulasi yang menyesatkan membuat beberapa komunitas yang berpeluang untuk menolak dan memberontak pemerintah terpaksa di bungkam dengan cara cara yang halus namun sadis. Dengan mudahnya beberapa oknum yang tidak bertanggung jawab kemudian mengeluarkan isu isu yang menyesatkan serta merugikan kemonitas tersebut. akhirnya tidak jalan lain, komunitas tersebut merubah cara mereka menyampaikan aspirasi mereka lewat lirik lirik lagu yang bernada perlawanan. Namun hal tersebut jua tidak banyak merubah keadaan, masyarakat yang sudah terkonstruksi sedemikian rupa tetap mengaggap bahwa mereka adalah “sampah yang harus di singkirkan”. 

Di tambah lagi,tindakan tindakan mereka di sangkut pautkan dengan isu isu perlawanan terhadap agama, padahal tidak demikian. Melekatnya citra dan label yang buruk, menjadikan mereka kemudian merusak citra diri mereka sendiri dengan berpakaian kumuh, bau dan tidak enak di pandang oleh masyarakat. selian anak punk, kita dapat menjumpai suatu komunitas underground lainnya yang mengangkat isu isu serupa yaitu komunitas metal sedikit berbeda dengan anak punk, anak metal sedikit mendapat tempat di masyarakat walaupun status mereka sama sama “sampah” di mata masyarakat. seperti halnya komunitas punk, anak anak metal juga memiliki idealism sendiri yang berbeda dengan anak anak punk tersebut. mereka juga lebih kritis terhadap kedaan. Yang membedkan dari anak punk adalah, anak anak metal tersebut berasal dari kalangan kalangan terdidik yang tentunya tidak teralienasi dari masyarakat. 

di komunitas metal sendiri tidak hanya menolak adanya pemerintah yang korup serta birokrasi yang buruk, namun juga menolak adanya ketidak adilan serta formalitas yang terus menerus melanda masyarakat kita. Komunitas tersebut mencoba merubah itu semua, bahwa dalam pandangan hidup, kita harus mengutamakan adanya proses untuk menjadi seseorang yang lebih baik dari segi apapun tanpa berpikiran praktis dan pragmatis seperti sekarang. Anak anak metal tersebut juga independen untuk urusan perut mereka. Dengan bermodal skill yang mereka miliki, mereka mencoba membuat lagu lagu dan album kompilasi dan di jual di distro distro sekitar mereka. Dari situlah nama nama band mereka kemudian terkenal di mata masyarakat. tak sedikit dari mereka kemudian memiliki nama dan eksis sebagai band metal yang terus berkembang sampai sekarang ini, namun tidak sedikit juga yang masih berjuang di jalur jalur indie. Lirik lirik aneh dan music yang di rasa terlalu sadis untuk di dengarkan menjadikan atmosfer yng mereka ciptakan sulit untuk merasuk ke dalam masyarakat yang sudah sekian lama terkondisi dengan lagu dan lirik lirik tolol. Masyarakat yang tentunya sudah akrab dengan music music mainstream seperti pop menjadikan music metal sangat asing dan di rasa menganggu. Sekilas jika kita mendengarkan memang yang ada hanyalah raungan scream vocal yang seram serta distorsi gitar yang membuat bising telinga. Akan tetapi, ketika kita tahu lirik lirik lagu tersebut, kita akan di suguhi hal yang sangat berbeda. Kita akan menjumpai kata kata hiperbola yang indah yang berisikan adanya kata kata perlawanan dan pemberontakan serta semangat semangat untuk terus berjuang dan tidak ,udah putus asa dalam menghadapi hidup yang keras ini. Berbeda dengan punk, metal memiliki beragam jenis subgenre yang semuanya memiliki cirri khas yang berbeda beda. Tidak sedikit kita juga dapat menjumpai lirik dan judul judul lagu yang berbau isu sisu satanisme atau ungkapan ungkapan skeptic terhadap agama. 


Namun itu semua salah, mereka menuliskan agama bukan sebagai makna yang sebenarnya, mereka menggunakan agama dan Tuhan untuk meyimbolkan sebagai berhala berhala baru yang banyak di buat oleh masyarakat seperti artis, trend, lifestyle dll. Mereka juga memliki symbol symbol yang sangat tidak wajar sepeti tengkorak, darah serta hal hal yang menakutkan, hal tersebut sebenarnya merupakan salah satu cara mereka untuk menyampaikan aspirasi aspirasi mereka. Music metal di mata masyarakat masih dianggap sebagai music music penentang agama yang keberadaannya harus di singkirkan. Pengetahuan kurang, serta adanya rasa tidak suka terhadap komunitas tersebut menjadikan mereka sulit di terima di masyarakat. walaupun mereka beragama dan rajin beribadah, mereka tetap  dianggap menentang agama ketika sudah masuk dalam komunitas tersebut. lebih parahnya lagi banyak orang orang tolol (awam) yang suka mencerca bahwa music mereka tidak jelas, tidak dapat didengarkan atau di nikmati, isinya hanya orang teriak teriak tak jelas dan sebagainya. Memang, pakaian kami dan music kami gelap, namun jiwa kami tetaplah jiw jiwa beragama yang selalu taat kepada Tuhan kami. 

Kami menjadikan music sebagai senjata untuk melakukan pemberotakan dan menolak adanya ketidak adilan yang sering tercipta di masyarakat. komunitas metal juga menolak keberadaan music music yang mereka nilai sebagai “music cengeng” yang meneriakkan lirik lirik tolol tentang cinta. Mereka juga menolak adanya band band cengeng yang dapat dengan cepat naik daun. Hal tersebut mereka tentang, karena mereka menganggap bahwa dalam bermusik harus memiliki idealism yang harus di junjung tinggi daripada mengikuti pasaran seperti yang dilakukan band band cengeng tersebut. sebenarnya masih banyak lagi komunitas komunitas serupa di masyarakat yang sama halnya melakukan pemberontakan, namun dengan cara cara yang berbeda. Keberadaan mereka di masyarakat sebenarnya merupakan indikasi bahwa masyarakat kita sudah sekian lama tertekan dengan keadaan yang terus memburuk akibat dampak negative globalisasi dan kapitalisme. Segala hal kemudian di nilai dengan materi tanpa memperhatikan nilai estetikanya. 


Semua hal dianggap sebagai komersialitas belaka yang kemudian tidak bermanfaat sebagai mana mestinya. Saat ini memang susah mengembag biakkan apa yang kita sebut sebagai idealism, ketiak seiap orang berlomba lomba ingin menjadi sukses dan berhasil dengan cara yang instan tana melihat proses yang panjang. Komunitas metal mencoba mengembalikan itu semua. Mereka mencoba menumbuhkan idealism idealism yang saat ini sudah jarang kita temui. Jangankan di kalangan musisi, di kalangan mahasiswa saja kita sudah sulit menjumpai orang orang yang idealis. Para mahasiswa yang mengaku diri mereka aktivis, kini hanyalah menjadi anjing anjing birokrat. Dengan music metal komunitas diharapkan dapat menumbuhkan jiwa jiwa idealis yang dengan suk rela akan bersikap kritis dan skepstis terhadap birokrasi dan regulasi pemerintah yang busuk serta adanya kebijakan yang hanya menguntungkan kalangan kalangan tertentu. Jika kita sadar, seharusnya kita mau dan harus merangkul mereka agar tercipta harmoni hidup yang sesungguhnya. Hidup di mana setiap pendapat orang akan di hargai, di mana setiap orang tidak hanya mementingkan eksistensi buta mereka. 

 Namun itu semua tidak aka nada hasilnya ketika masyarakat kita masih kolot dan bertahan terhadap nilai nilai dan norma norma serta stigma stigma yang salah kaprah terhadap komunitas komunitas tersebut. masyarakat kita adalah masyarakat modern namun berpola pikir feudal. Mereka lebih percaya pada tradisi lisan yang terus mereka jalankan sampai saat ini. Tidak hanya itu, masyarakat kita lebih suka menjadi “seragam” daripada “berbeda” agar dianggap sebagai orang “normal”. Setiap orang memang memiliki kacamata sendiri sendiri, akan tetapi alangkah baiknya bila kacamata tersebut kita beli dengan tidak ada sedikit warna apapun sehingga kita dapat melihat dengan pasti apa yang sedang kita lihat.

0 komentar:

Posting Komentar