Blogger templates

Pages

Labels

Jumat, 18 Oktober 2013

Indonesia Dalam Cengkraman Kapitalisme Dunia

Indonesia Dalam  Cengkraman Kapitalisme Dunia

Tidak terasa bahwa negara Indonesia kini menjadi negara yang modern, yang mengarah pada bangsa yang maju. Bangsa yang yang memiliki banyak pulau ini sekarang menjadi salah satu tujuan pasar bebas dunia. Penduduk yang banyak serta meningkatnya kebutuhan akan kesejahteraan dan ketenagakerjaan membuat Indonesia menjadi sasaran para investor dalam mengembangkan sector perekonomian serta sktor lain yang mendatangkan keuntungan besar. 


Di samping itu, letak Indonesia yang berada dalam cross position ( posisi silang) menjadikan negara Indonesia menjadi tempat sekaligus sebagai jalur pelayaran antar negara, tah heran jika di indonesia banyak dijumpai kapal kapal bertonase besar yang sering singgah ataupun lewat diperairan indonesia. Semua itu terjadi tidak lain karena pesatnya perkembangan teknologi pada masyarakat dunia tak terkecuali Indonesia. Oleh karena itu, Indonesiapun tidak dapat menghindar dari arus perkembangan zaman yang sangat cepat. Perkembangan teknologi pada bangsa bangsa eropa serta amerika turur menyumbang andil besar dalam pesatnya globalisasi di indonesia. Oleh karena itu dengan adanya globalisasi tersebut, masyarakat indonesia seperti ikut terdoktrin terhadap gaya hidup masyarakat atau bangsa yang sudah maju tersebut.

Akibatnya tentu sudah dapat kita rasakan saat ini, misalnya saja, dengan adanya globalisasi tersebut, hamper di seluruh wilayah indonesia memiliki banyak sekali mall ataupun supermarket yang sekarang dapat kita jumpai dengan mudah, selain itu, semakin lama kita dapat menjumpai munculnya industry industry yang dalam arti ini pabrik pabrik yang banyak menyerap tenaga kerja. Masyarakat indonesia yang semula akrab dengan sistem agrasris, kini dipaksa untuk berubah dan mengikuti sistem industrial seperti sekarang ini. Jika kita menyadari, sesungguhnya hal ini sudah berlangsung sejak lama. 

Industrialisasi pertama kita kenal saat bangsa eropa mulai masuk dan menjajah wilayah indonesia, khususnya bangsa belanda. Sebagai contoh bahwa sejak dahulu kita sudah menjumpai  bebrapa wilayah terdapat pabrik pabrik tebu yang berdiri. Akibatnya, masyarakat yang semula menanam padi serta tanaman kebutuhan pokok lainnya, dipaksa beralih untuk menanam tanaman yang sudah diperintahkan oleh pemerintah colonial belanda. Masyarakatpun semakin tersiksa oleh adanya sistem culturstellsell (tanam paksa) yang diterapkan pada masyarakat agaris kita. Para rakyat pribumipun tidak memiliki hak untuk memiliki lading maupun memiliki hak untuk menanam padi, sebaliknya mereka harus bekerja keras menanam teh, kopi, tebu untuk memenuhi kebutuhan para pemenrintah belanda. Kebiasaan inilah yang kemudian diadopsi oleh generasi kita selanjutnya. Banyak ladang ladang pertanian yang berubah menjadi industry maupun pabrik skala besar.

Perekonomianpun juga ikut berubah, hal inilah jyang kemudian kita kenal dengan nama kapitalisme. Sejak lama kitapun sudah terbiasa dengan sistem ini, walaupun banyak masyarakat kita yang menjadi menderita akbat kapitalisme yang tumbuh pesat seperti jamur di sebuah kayu. Kapitalisme tidak hanya berpengaruh pada perekonomian saja, namun di bidang lainnya. misalnya saja, masyarakat indonesia dikenal sebagai bangsa yang memiliki kreativitas tinggi dalm bidang seni. Tak heran indonesia merupakan bangsa yang kaya akan seni dan budaya. Namun apa yang terjadi sekarang, kesenian kesenian tradisional bangsa ini mulai luntur, bahkan mulai hilang karena tergerus oleh industry industry musik modern yang hanya memiliki motif mencari keuntungan belaka tanpa memiliki nilai estetika sama sekali. Masyarakat indonesia yang sebelumnya senang dengan hidup sederhana, kini berubah menjadi masyarakat yang gemar berhedonis ria. Coba kita lihat pada masyarakat kelas bawah kita, yang sebetulnya tidak pantas menyandang sebutan itu. Msyarakat pedesaan kita yang dulunya petani sekarang banyak menjadi TKI di negara negara tetangga seperti Malaysia.

Mereka menjadi TKI bukan karena sebab, mereka rela bekerja di luar negeri dengan dalih mendapat gaji yang besar, karena menurut mereka lapangan pekerjaan di Indonesia ini sudah tidak lagi menjanjikan bagi mereka, akibatnya mereka bekerja menjadi TKI. Selain itu, mereka menjadi TKI karena di dalam negeri mereka tidak memiliki keahlian dan daya saing sehingga mereka lebih memilih bekerja di luar negeri. Dari pernyataan di atas kita dapat langsung mengetahui bahwa gaya hidup mereka sudah berubah. Selain itu kita dapat menjumpai para generasi muda kita yang suka berhura hura ria bahkan melewati batas yang seharusnya. Sebagai contoh kita dapat melihat para pelajar pelajar SMA yang suka shopping di mall mall bersama teman teman mereka, merekapun seolah olah menjadi orang dewasa dengan mangkir di club club malam tanpa ada pengawasan orang tua mereka.

Di samping itu mereka dengan leluasa menggunakan fasilitas milik orang tua mereka seperti motor atau mobil, yang seharusnya belum saatnya mereka pakai. Selain bidang ekonomi, kita dapat menjumpai kapitalisme pada dunia pendidikn kita. Pendidikan kita yang sebenarnya jauh dari layak, kini bertambah buruk ileh pengaruh kapitalis tersebut, bagaimana tidak, banyak sekarang ini skolah sekolah swasta maupun sekolah negeri yang merintis menjadi sekolah bertaraf internasional, padahal jika melihat secara seksama bahwa sekolah sekolah tersebut tak ada bedanya dengan sekolah sekolah pada umunya. Yang membedakan sekolah sekolah tersebut dengan sekolah lain yaitu hanya biayanya. Jujur kita juga pasti menyadari bahwa pendidikan di indonesia ini semakin lama semakin bertambah mahal dan tidak dapat lagi di jangkau oleh masyarakat kelas bawah kita. Akibatnya sekolah dan pendidikan hanya mampu dijangkau oleh masyarakat menengah dan masyarakat kelas atas. Sekolah yang umunya berfungsi sebagai lembaga pengembang ilmu pengetahuan, kini berubah menjadi tempat ajang peningkatan prestise dan ajang berbisnis.

Kita dapat melihat perbedaaan yang sangat mencolok dari sekolah negeri biasa dengan sekolah negeri atau swasta yang berakreditasi internasional. Sekolah sekolah negeri biasa umunya dihuni oleh para pelajar pelajar yang berasal dari tingkat ekonomi menegah ke bawah, sebaliknya sekolah sekolah yang berakreditasi internasional banyak dihuni oleh masyarakat kelas atas. Hal hal inilah yang kemudian menimbulkan kesenjangan kesenjangan sosial pada masyarakat kita. Kondisi serupa dapat kita jumpai pada lapangan lapangan pekerjaan kita. Jika kita melihat, banyak sekali lapangan pekerjaan yang tersedia di negeri kita, akan tetapi mengapa di indonesia pengangguran di indonesia juga banyak. 

Sebelum kita menjawab pertanyaan ini, libih baik kita melihat budaya dalam masyarakat indonesia itu sendiri. Masyarakat indonesia telah banyak dipengaruhi oleh beragam keyakinan agama, maupun kepercayaaan, hal inilh yang kemudian membentuk karakter khas dalm masyarakat kita. Sebagai contoh, sebelum memiliki agama yang beragam, masyarakat indonesia dulunya merupakan masyarakt yang sangat kental dengan aroma animisme dan dinamisme. Masyarakat indonesia pada saat itu belum sama sekali mengenal adanay kasta ataupun pelapisan sosial. Dan pada akirnya budaya dan agama hindu dating ke indonesia yang di bawa oleh para pedagang pedagang dari india. Para pedagang pedagang tersebut selain berdagang juga memiliki misi untuk menyebarkan agama dan kebudayaan mereka yaitu agama hidhu. Budaya hindhu tersebut akhirnya berarkulturasi dengan budaya local kita. Ciri yang dari agama hindhu tersebut yaitu adanya pembagian kasta atau pelapisan masyarakat berdasarkan kedudukan mereka.

Akibatnya, budaya tersebut menjadi melekat pada diri masyarakat indonesia yang terus berlangsung sampai saat ini walaupun masyarakat indonesia tidak lagi menggunakan sistem pelaisan tersebut. Akan tetapi pelapisan tersebut kini menjadi factor yang sangat berperan dalam munculnya diskriminasi pada masyarakat indonesia. Di bidang pekerjaan kita dapat menjumpai bahwa masyarakat kelas akan menduduki jabatan yang atas juga dan begitu sebaliknya, masyarakat kelas bawah akan menduduki jabatan yang bawah pula. Di sisi lain cara memperoleh pekerjaan di negeri ini seprtinya sudah tidak transparan lagi, sebagai contoh kta dapat melihat para pencari kerja yang ingin menjadi pegawai negeri sipil atau kerap dikenal sebagai PNS harus rela membayar sejumalah uang agar mereka dapat diterima pada posisi atau jabatan yang mereka inginkan, karena jika tidak, mereka tidak akan diterina sebagai PNS walupun hasil mereka lolos dan memnuhi syarat.

Dari beberapa pernyataan di atas dapat kita ketahui bahwa masyarakat kita sudah jatuh ke dalam jurang kapitalisme yang mereka yakini segai jalan memperoleh kesenangan hidup dengan mudah. Hal yang perlu digaris bawahi yaitu bahwa kapitalisme merupakan bahaya laten yang sangat berbahaya bagi masyarakat multicultural seperti masyarakat indonesia ini. Dengan adanya pengaruh kapitalis ini masyarkat hanya akan menjadi seperti robot yang tergantung pada sumber energy yang dapat menghidupkan mereka. Dengan arti bahwa masyarakat indonesia kini menjadi masyarkat yang konsumtif terhadap segala kebuthan terutama ekonomi. Masyarakat di buat tergantung terhadap apa yang mereka laukan sekarang akibatnya, mereka tidak dapat menghindar lagi dari cengkraman kapitalis ini, akibat dari kapitalis ini kemudian timbul hedonisme yang merupakan akar dari tumbuh pesatnya budaya korupsi di negeri ini.

Memang, walau bagaimanapun kita dapat melepaskan dari pengaruh kapitalis ini karena masyarakat sudah terlanjur mengikutinya apalagi dengan melihat karakter bangsa kita yang umunya cenderung senang ikut ikutan akan turut mendorong tumbuhnya kapitalis di Indonesia, akan tetapi kita dapat mengurangi atau bahkan mencegah budaya tersebut dengan merubah pola piker masyarakat kita sendiri, selain itu kita juga harus kembali kepada ajaran agama yang telah kita anut dan percayai, karena bagaimanapun agama telah mengajarkan kita untuk hidup seimbang antara keidupan duniawi dan kehidupan akhirat. Semoga dengan kita kembali kepada prinsip prinsip tersebut, sedikit demi sedidkit kita dapat melepaskan diri dari kapitalisme.          

0 komentar:

Posting Komentar