Blogger templates

Pages

Labels

Minggu, 13 April 2014

Teori Tindakan Sosial dari Max Webber.





Max weber mendefinisikan sosiologi sebagai ilmu tentang institusi sosial. sosiologi Weber adalah ilmu tentang perilaku sosial. Menurutnya terjadi suatu pergeseran tekanan ke arah keyakinan, motivasi, dan tujuan pada diri anggota masyarakat, yang semuanya memberi isi dan bentuk kepada kelakuannya. Kata perikelakuan dipakai oleh Weber untuk perbuatan-perbuatan yang bagi si pelaku mempunyai arti
subyektif. Pelaku hendak mencapai suatu tujuan atau ia didorong oleh motivasi. Perikelakuan menjadi sosial menurut Weber terjadi hanya kalau dan sejauh mana arti maksud subyektif dari tingkahlaku membuat individu memikirkan dan menunjukan suatu keseragaman yang kurang lebih tetap.                                 

Pelaku individual mengarahkan kelakuannya kepada penetapan atau harapan-harapan tertentu yang berupa kebiasaan umum atau dituntut dengan tegas atau bahkan dibekukan dengan undang-undang. Menurut Weber, tidak semua tindakan yang dilakukan merupakan tindakan sosial. Tindakan sosial adalah tindakan yang dilakukan dengan mempertimbangkan perilaku orang lain dan berorientasi pada orang lain. Contohnya adalah seseorang yang bernyanyi-nyanyi kecil untuk menghibur dirinya sendiri bukan merupakan tindakan sosial. Namun jika tujuannya untuk menarik perhatian orang lain, maka itu merukan tindakan sosial. Contoh lain adalah orang yang dimotivir untuk membalas atas suatu penghinaan di masa lampau, mengorientasikan tindakannya kepada orang lain. Itu kelakuan sosial.  
                                                                                   
 Menurut Weber Kelakuan sosial juga berakar dalam kesadaran individual dan bertolak dari situ. Tingkah laku individu merupakan kesatuan analisis sosiologis, bukan keluarga, negara, partai, dll. Weber berpendapat bahwa studi kehidupan sosial yang mempelajari pranata dan struktur sosial dari luar saja, seakan-akan tidak ada inside-story, dan karena itu mengesampingkan pengarahan diri oleh individu, tidak menjangkau unsur utama dan pokok dari kehidupan sosial itu. Sosiologi sendiri  haruslah berusaha menjelaskan dan menerangkan kelakuan manusia dengan menyelami dan memahami seluruh arti sistem subyektif. Tipe tipe tindakan sosial Max weber. Terdapat dua macam tindakan sosial antara lain yaitu: 

a.      Tindakan rasionalitas 

            Tindakan rasional di bagi lagi menjadi dua yaitu tindakan rasionalitas instrumentalis dan tindakan rasionalitas beroritentasi nilai. Tindakan rasionalitas instrumental adalah meliputi pertimbangan dan pilihan yang sadar yang berhubungan dengan tujuan tidakan dan alat yang dipergunakan untuk mencapainya. Individu selalu memiliki tujuan yang beragam dari setiap hal yang diinginkan, maka individu dituntut untuk memilih. Dan untuk memenuhi tujuan itu, individu harus memiliki alat yang mendukung. 

Akhirnya suatu pilihan dibuat atas alat yang mencerminkan suatu pertimbangan individu atas efisiensi dan efektifitasnya. Setelah dilakukan, individu akan dapat menilai secara obyektif sesuatu yang berhubungan dengan tujuan yang akan dicapai.      Jadi bisa disimpulkan bahwa rindakan rasional instrumental merupakan tindakan yang dikerjakan dengan memperhitungkan keadaan yang akan dihadapi sebagai cara dan tujuannya. Contohnya adalah seorang tukang becak yang bekerja untuk memenuhi kebutuhan keluarganya. Untuk memenuhi kebutuhan (tujuan) makan caranya adalah bekerja yaitu menjadi tukang becak.                                                                                
Yang kedua yaitu tindakan sosial berorientasi nilai yaitu Tindakan rasional yang berorientasi nilai yaitu tindakan yang lebih memperhatikan manfaat atau nilai daripada tujuan yang hendak dicapai. Tindakan religious merupakan bentuk dasar dari rasionalitas yang berorientasi nilai. Contohnya dalam melaksanakan ibadah. Jika kita melakukan ibadah, tentunya kita memikirkan bagaimana cara terbaik yang harus dilakukan untuk bisa mendapat keridhoan-Nya. Sikap yang kita lakukan antara lain bersikap khusyuk ketika sedang berdoa dan bersembahyang, bersikap ikhlas sewaktu membantu orang yang membutuhkan pertolongan, dan sebagainya.   
                                                                                               
Pada khasus seperti itu kita tidak mengetahui apakah Tuhan telah memberikan keridhoan dan pahala-Nya atau tidak, tetapi yang paling penting kita telah melaksanakan ibadah dengan sebaik-baiknya. Tindakan rasional yang berorientasi nilai dapat diartikan juga sebagai tindakan yang berkaitan dengan nilai-nilai dasar dalam masyarakat, nilai disini seperti keindahan, kemerdekaan, persaudaraan, dll. Misalnya ketika kita melihat warga suatu negara yang berasal dari berbagai kalangan berbaur bersama tanpa membeda-bedakan.

b.      Tindakan nonrasional
 
Tindakan nonrasional di bagi menjadi dua yaitu tindakan tradisional dan tindakan afektif. Tindakan tradisional adalah tindakan yang tidak memperhitungkan pertimbangan rasional. Tindakan tradisional berkaitan dengan kepatuhan terhadap adat-istiadat yang sifatnya kekal dan mengikat pola perilaku masyarakatnya. Jika tidak dipatuhi, maka akan mendapatkan sanksi. Contohnya adalah adat pernikahan. Contoh lainnya adalah seorang anak yang memilih kuliah di UGM tanpa memikirkan manfaat jurusan yang dia pilih dan tidak mempertimbangkan kemampuannya.    
                                                                                       
 Dalam hal ini alasan agar prestis dalam masyarakat meningkat, namun tidak memperhitungkan kecerdasan di jurusan tersebut. Selanjutnya adalah tindakan afeksi, tindakan afeksi dapat diartikan sebagai tindakan yang ditandai dengan Tipe tindakan ini ditandai dengan dominasi perasaan atau emosi tanpa refleksi intelektual atau perencanaan yang sadar. Seseorang yang sedang mengalami perasaan meluap-luap seperti cinta, kemarahan, ketakutan atau kegembiraan, dan secara spontan mengungkapkan perasaan itu tanpa refleksi, berarti sedang memperlihatkan tindakan afektif. 

Tindakan itu benar-benar tidak rasional karena kurangnya perimbangan logis, ideology, atau criteria rasionalitas lainnya. Contohnya adalah kasih saying orang tua kepada anaknya yang ditunjukkan melalui perhatian dan kasih sayang. Contoh lainnya adalah tindakan menyanyi dan menari ketika merasa senang mendapatkan hadiah yang diimpikan.

0 komentar:

Posting Komentar